Selasa, 13 November 2012

Cara Meng-Upgrade Komputer PC

1. Mengupgrade Procesor dari Pentium4 1,5 Ghz menjadi 2 Ghz.
Buka pendingin pada processor, Lalu angkat atau buka processor yang lama dan kemudian ganti dengan processor yang baru.  Lalu pasang lagi pendingin nyah . Upgrade procesor selesai

2. Selanjutnyah meng-Upgrade memori DDR dari 128 Mb ke 256 Mb. Angkat angkat atau buka memori yang lama dan ganti dengan ram yang baru.

3. Lalu meng-Upgrade Kartu Gravis , buka kartu AVG yang lama lalu buka kartu AVG dengan kartu yang baru pada slot yang sama.

4. Menambah hardisk baru
0> Pasang hardisk yang ke dua , lepas semua kabel yang ada pada hardisk yang lama, perhatikan lagih jumpernyah. lalu pasangkan kabel hardisk master dan juga pasang kabel selv atau hardis yang kedua.

5. meng-Upgrade CD ROM menjadi DVD ROM  bila di perlukan. memilih menjadi CD ROM  dan DVD ROM, atau mengupgrade menjadi DVD ROM drive. sesuai kan dengan ke inginan kita.

6. Meng-Upgrade Kartu Suara. Uninstal dulu driver-driver yang lama, lalu restart komputernyah lalu pasang kartu suaranyah.
Upgrade selesai, jangan lupa setelah windows nya menyala lalu instal CD Driver-drivernya.

7. meng-Upgrade  Modem Internal ke Modem Eksternal
a. Driver-driver pertama yang harus kita hapus
b. Buka cassing, buka lalu cabut modem internalnyah yang ada pada motherboard
c. Siapkan modem eksternalnyah, kabel telephon, kabel data dan adavtornyah
d. Pasangkan kabel-kabelnyah., setelah modem terpasang lalu instal CD drive-drivernya.
Upgrade modem selesai, internet siap di jalankan.

CARA MERAKIT KOMPUTER PC

Merakit PC adalah mengabungkan komponen komponen yang ada menjadi satu PC yang utuh.

A. Komponen komponen PC yang di perlukan:

@ Hardware
1. Casing                                         9. Monitor
2. Motherboard                              10. Keyboard
3. Memori                                      11. Mouse
4. Kartu Grafis                               12. Speaker
5. Procesor                                    13. Kabel-kabel Daya
6. DVD Drive                                14. Kabel IDE
7. Plovi Disk Drive                         15. Kabel Audio
8. Hardisk                                      16. Tang,Obeng,Pinset& Gelang Statis

@Software
1. Sistem Operasi
2. Driver-driver Penyertanyah
3. Buku manual sebagai pemandu

B. Langkah-langkah Perakitan

1. Siapkan moterboard dan perhatikan posisi-posisi (tempat komponen diletakan)

2. Siapkan dan pasangkan processor. Dalam memasangkan processor titik atau ada tanda panah di tubuh processor untuk menunjukan point yang kita pasang. Pada soket nya juga ada tanda panah  dan ada kakai yang tertutupsesuai kan dengan tanda letak yang ada di prosesor tadi. Pengungkit atau penguncinyah buka, dan masukan pelan", lalu kunci dengan pengungkitnyah.

3. Pasangkan kipas serta pendinginyah di atas processor, tekan lalu kunci, lalu pasangkan kabel daya  pen atau kipas pada motherboard yang bertuliskan CPU pen.

4. Pasang memori atau RAM pada soket RAM  yang ada pada moterboard.

5. Kemudian buka cassing, LAlu pasangkan motherboard ke dalam cassing, posisinyah harus di perhatikan, lubang baut harus sesuai dengan lubang yang ada di CPU. lalu pakaikan baut untuk menguncinyah, pada setiap lubangnyah.

6. Lalu pasang VGA Card ( kartu grafis). Buka penutup pada cassing yang sejajar dengan slot VGA, lalu masukan kartu grafisnyah, dan gunakan baut untuk mengencangkan nyah.

7. Selan jutnyah memasang Hardisk, siap kan kabel IDE terlebih dahulu, soket yang berwarna biru pasangkan ke slot warna biru pada motherboard. Pasangkan hardisk ke breket, Perhatikan jamper untuk memposisikan jamper liat  petunjuknyah di badan hardisk, Pasangkan kabel IDE Pada hardisk.

8. Selanjutnyah pemasangan DVD Drive. Siapkan DVD Drive, pasankan kabel IDE nyah, lalu pasangkan juga kabel audionya, lalu pasangkan DVD Drive pada cassingnya, lalu pasangkan kabel IDE dan kabel audionya ke motherboard.

9. Pemasangan Disk Drive  atau plovi  drive. dan pasangkan kabel plovi pada Disk Drive. Pasangkan Disk Drive pada cassing atu sama seperti pemasangan hardisk.  sabungkan kabel plovi pada motherboard.

10. Lalu pasangkan kabel-kabel power pada motherboard, pasangkan kabel power untuk motherboard kemudian pasangkan kabel plovi  untuk powernyah pada motherboard. Pasangkan kabel power buat hardisk juga. Kabel power DVD DRive juga pasangkan. Pasang juga kabel power untuk processor.  Lalu pasangkan kabel-kabel pada kipas-kipas, seperti Kipas untuk CPU, cassing, processor, pendingin hardisk. selesai

11. Lalu tutup casing CPU, dan pasangkan kabel power CPU. Pasangkan kabel-kabel dari keyboard, mouse, juga Monitor dan perangkat hardware lainnyah.

C. Cara Menginstal Komputer

1. Masukan CD Siste Informasinyah seperti Windows XP. Lalu Instal
2. Lalu setelah itu instal CD driver Motherboard nyah. Instal
3. Lalu Instal Juga CD driver Grafisnyah
setelah kelar menginstal semuanya, maka komputer siap di jalankan.




Selasa, 09 Oktober 2012

kamus komputer

1. Router
   
    Router adalah perangkat komunikasi yang menghubungkan banyak komputer dan mengirimkan data ke alamat yang benar di dalam jaringan, router di gunakan hampir di semua jaringan.

2. Ipcofig

    Ipcofig adalah perintah untuk mengetahui konfigurasi TCP/IP komputer yang bersangkutan.

3. Netstat

    Network Statistic adalah perintah yng digunakan untuk memonitor trafik keluar masuk paket data sebuah komputer di dalam jaringan.

4. Tracert

    Tracert digunakan untuk menentukan jalur (route) yang di ambil oleh paket melintasi jaringan IP.

5. Telnet

     Telnet adalah suatu protokol yang menyamai terminal yang dapat di pakai untuk me-logon ke host jaringan yang jauh.

6. HUB

    HUB adalah sebuah perangkat yang menyatukan kabel - kabel network  dari tiap-tiap workstation server atau perangkat lain.

7. Public Key Encription 

    Sistem enkripsi (penyandian) yang menggunakan dua kunci, yaitu kunci publik dan kunci privat. Kunci publik diberitahukan oleh pemilik dan digunakan oleh semua orang yang ingin mengirimkan pesan terenkripsi kepada pemilik kunci. Kunci privat digunakan oleh pemilik kunci untuk membuka pesan terenkripsi yang ia terima.    
8. POTS (Plain Old Telephone Service) 

    Satu-satunya nama yang dikenal di seluruh dunia untuk jasa telepon analog biasa.

9. SCSI (Small Computer System Interface) 

    Interface (antarmuka) yang menghubungkan sistem dengan banyak peripheral seperti harddisk, CDROM drive dan tape drive. SCSI distandarkan oleh ANSI (American Standards Institute) pada 1986 dan telah mengalami banyak peningkatan hingga sekarang.
Pada awal SCSI distandarkan dan digunakan SCSI memiliki lebar data sebesar 8 bit dengan clock sebesar 5 MHz. Adapun kecepatan transper maksimum yang dimiliki adalah sebesar 4 MB/s untuk yang asynchronous dan sebesar 5 MB/s untuk yang synchronous. Jumlah device yang didukung untuk keduanya adalah 7 buah (tidak termasuk host). SCSI generasi awal ini sering disebut SCSI-1.
Perkembangan selanjutnya dari SCSI-1 ini adalah SCSI-2 yang distandarkan pada tahun 1994. Pada SCSI-2 ini terdapat apa yang dinamakan Common Command Set (CCS) yang merupakan 18 buah perintah dasar. Diterapkannya CCS ini pada SCSI-2 didasarkan atas anggapan bahwa CCS ini merupakan kebutuhan dasar untuk dapat mendukung setiap peralatan SCSI. Selain penerapan CCS ini, SCSI-2 juga menawarkan lebar data yang lebih tinggi, bisa sampai 16 bit. Begitu pula dengan clock yang ditawarkan, bisa menjadi 10MHz. Istilah Fast SCSI dan Wide SCSI juga didasarkan pada peningkatan kecepatan transfer ini. Istilah fast menunjukkan clock yang digunakan adalah 10 MHz, sementara istilah Wide menunjukkan lebar data yang digunakan adalah 16 bit. Baik Fast SCSI maupun Wide SCSI, keduanya memiliki kecepatan transfer teroritis maksimum sebesar 10MB/s. Sementara untuk Fast/Wide SCSI (memiliki lebar data 16 bit dan clock sebesar 10 MHz). Kecepatan transfer teoritis maksimum yang dimiliki adalah sebesar 20 MB/s. Untuk masalah jumlah device yang didukung, terdapat perbedaan antara Fast SCSI dengan Wide SCSI. Pada Fast SCSI jumlah device yang didukung tetap 7 (host tidak termasuk), sementara pada Wide SCSI jumlah device yang didukung adalah 15 (juga tidak termasuk host). Pada Fast/Wide SCSI jumlah device yang didukung adalah sama dengan Wide SCSI. Pada SCSI-2 ini juga terdapat sebuah fitur baru yang diberi nama Command Queuing. Command Queuing ini membolehkan sebuah device SCSI-2 menyimpan kumpulan perintah yang diperolehnya dari sistem untuk kemudian dikerjakan dengan urutan yang paling efisien. Kombinasi antara host yang hanya mendukung SCSI-1 dengan device SCSI-2 tetap dimungkinkan, begitu pula sebaliknya. Hanya saja terdapat kemungkinan tidak semua fitur yang tersedia akan bisa dimanfaatkan.
Perkembangan selanjutnya dari SCSI-2 ini adalah SCSI-3 yang mulai tersedia pada 1995, meskipun belum distandarkan secara resmi. Hal ini disebabkan pengalaman pada SCSI-2 yang membutuhkan waktu begitu lama untuk menstandarisasikannya. Jadi SCSI-3 ini adalah kumpulan dari berbagai standar yang berbeda-beda namun memiliki hubungan. Pada SCSI-3 ini kecepatan transfer teoritis maksimum mengalami peningkatan. Bila pada SCSI-2 kecepatan transfer teoritis bisa mencapai 20 MB/s, maka pada SCSI-3 hingga saat ini kecepatan transfer teoritis maksimum bisa mencapai 320MB/s. Beragam jenis SCSI-3 ini memiliki kecepatan transfer teoritis maksimum mulai dari 20MB/s hingga 320 MB/s. Lebar data yang dimiliki juga bervariasi, 8 bit dan 16 bit. Begitu pula clock yang dimiliki bervariasi mulai dari 20 MHz hingga 80 MHz.

10. Setting 

      Suatu program yang menyusun sebuah sistem atau sebuah aplikasi software.

11. Setup 

      Sebuah program yang menyiapkan suatu aplikasi software agar bisa dijalankan pada sebuah computer. Setup menciptakan sebuah folder dengan nama default pada harddisk dan meng-copy file-file dari CD-ROM atau disket.

12. Shared Hosting 

       Layanan hosting diberikan dengan meletakkan file-file pelanggan dalam satu server bersama dengan pelanggan lainnya. Cara ini memang lebih hemat dalam investasi awal, akan tetapi menjadi masalah pada saat situs pelanggan menjadi semakin besar serta semakin banyak pengaksesannya. Apalagi bila ditambahkan dengan file besar seperti stream-video. shared hosting ini adalah pada bandwith dan kecepatan processor servernya untuk melayani pengguna dalam jumlah banyak.

13. Slot 

      Tempat untuk menaruh perangkat-perangkat tambahan periferal pada motherboard. Misalnya slot AGP untuk kartu grafis, slot ISA dan slot A (untuk processor AMD K6-2)n atau slot 1 untuk processor Intel Pentium II. 

14. Auxilliary Memory

     Memori tambahan di samping memori utama, misalnya disket.

15. Available on Disk  

      Menyatakan banyaknya area di dalam disk yang masih kosong dan siap untuk ditempati data.

16. RS 232 

      Standard ini menyangkut komunikasi data antara komputer induk (Data Terminal Equipment-DTE) dengan alat-alat pelengkap komputer (Data Circuit Terminating-DCE).

17. RTOS (Real Time Operating System) 

     Software sistem operasi yang didesain untuk digunakan dalam sistem komputer real time.

18. Konektor Floopy dan IDE 

      Konektor ini menghubungkan motherboard dengan piranti simpan permanen seperti floopy disk atau harddisk. Konektor IDE dalam sebuah motherboard biasanya terdiri dari dua, satu adalah primary IDE dan yang lain adalah secondary IDE. Konektor primary IDE menghubungkan motherboard dengan primary master drive dan piranti secondary master. Sementara konektor secondary IDE biasanya disambungkan piranti-piranti untuk akses slave seperti CDROM dan harddisk slave.

19. Konektor Power 

      Pin yang menyambungkan motherboard dengan power supply di casing sebuah komputer. Pada motherboard tipe AT, casing yang dibutuhkan adalah tipe AT juga. Konektor power tipe AT terdiri dari dua bagian, dimana dua kabel dari power supply akan menancap. Pada tipe ATX, kabel power supply menyatu dalam satu header yang utuh sehingga tinggal menancapkannya di motherboard. Kabel ini terdiri dari dua kolom sesuai dengan pin di motherboard yang terdiri atas dua larik pin juga. Ada beberapa motherboard yang menyediakan dua tipe konektor power, AT dan ATX. Kebanyakan motherboard terbaru sudah bertipe ATX.

20. UUCP (UNIX-to-UNIX Copy)

      Merupakan mekanisme yang lebih tua yang digunakan untuk mentransfer file e-mail, serta electronic news di antara mesin-mesin UNIX. Mesin-mesin UUCP terhubung satu dengan yang lain melalui kabel telepon dengan menggunakan modem, UUCP juga dapat mentransfer melewati network TCP/IP.

Kamis, 27 September 2012

Sejarah Cadas Pangeran


Cadas Pangeran merupakan jalan raya sepanjang tiga kilometer penghubung Sumedang dengan wilayah Bandung  yang dibangun oleh Gubernur Jenderal Herman Willem Daendles (1808-1811) pada tahun 1809. Peristiwa Cadas Pangeran ini dapat diartikan sebagai sebuah tindakan perlawanan simbolik atau protes dari Bupati Sumedang ketika itu, Pangeran Kusumadinata IX (1791 – 1828), terhadap ambisi Gubernur Jendral Herman Willem Daendels yang berniat membangun jalan dari Anyer ke Panarukan. Pangeran Kusumadinata IX atau yang lebih dikenal dengan nama Pangeran Kornel marah melihat rakyatnya diperlakukan semena-mena oleh Daendels.

Seperti yang dikisahkan oleh para sesepuh Sumedang, peristiwa Cadas Pangeran berawal dari pertemuan Pangeran Kusumadinata IX dengan Gubernur Daendels ditengah-tengah proses pembangunan jalan raya teresbut. Dikisahkan, Pangeran Kusumadinata IX melakukan jabat tangan dengan sang Gubernur menggunakan tangan kiri. Sedangkan tangan kanan sang pangeran siap menghunus keris pusaka. Konon tindakan tersebut membuat Daendels terkejut.
Adegan heroik itu kini diabadikan secara visual pada sebuah patung di pertengahan jalur Bandung-Sumedang. Peristiwa itu juga yang kini dijadikan  nama jalan tersebut, yakni jalan Cadas Pangeran. Jadi, istilah Cadas Pangeran bagi sebagian kalangan merefleksikan watak keras atau ‘cadas’ dari sang Pangeran Sumedang. Namun ada pula makna lainnya, yakni daerah tersebut memang memiliki areal yang berbukit cadas. Bukit cadas itulah yang diubah menjadi bagian dari jalur yang dibangun Daendels tersebut. Pekerjaan merubah sebuah bukit cadas menjadi jalan raya itulah yang mendatangkan penderitaan hebat bagi rakyat Sumedang, yang direkrut menjadi pekerja paksa (rodi) dan memicu kemarahan Pangeran Kusumadinata IX selaku penguasa Sumedang.

Selain memprotes secara simbolik, menurut cerita, Pangeran Kornel juga menantang Daendels duel satu lawan satu. Pangeran Kornel berkata bahwa dirinya selaku adipati Sumedang lebih baik berkorban sendiri daripada harus mengorbankan rakyat Sumedang.
Mendengar hal tersebut, Daendels pun terpaksa merubah siasat. Daendels berjanji pada sang Pangeran bahwa tentara Zeni Belanda akan mengambil alih pekerjaan pembuatan jalan. Sedangkan rakyat Sumedang dipersiapkan sebagai tenaga cadangan saja.

Namun, Daendels tengah bermuslihat. Beberapa hari kemudian, Gubernur yang dijuluki ‘Mas Galak’ oleh rakyat Jawa itu membawa ribuan pasukan Belanda dengan tujuan menumpas perlawanan Pangeran Kornel dan rakyat Sumedang. Rakyat Sumedang dibawah pimpinan Pangeran Kornel beserta segenap pembesar Sumedang lainnya melawan dengan gigih penindasan Belanda tersebut. Karena kekuatan Belanda yang tangguh, akhirnya pemberontakan Pangeran Kornel berhasil dipadamkan. Pangeran Kornel dan ratusan rakyat Sumedang gugur dibantai pasukan Belanda.